B. Faktor yang tidak dapat diubah
- Riwayat keluarga
- Laki-laki lebih sering daripada perempuan yang belum menopause
- usia
Angina Pectoris (AP)
AP adalah nyeri dada yang disebabkan oleh tidak mencukupinya aliran darah ke jantung.
Buruknya aliran darah tersebut paling sering terjadi karena aterosklerosis (penebalan dan pengerasan lapisan dalam pembuluh darah arteri)
AP adalah gejala awal gangguan pembuluh darah koroner yang ditandai dengan rasa nyeri dibawah tulang dada yang menjalar ke lengan (terutama lengan kiri), leher, atau rahang.
Angina dapat timbul setelah banyak makan, aktivitas fisik berlebihan, merokok, kedinginan, stress emosional (marah-marah, senang berlebihan, terlalu sedih, dan lain-lain)
Angina biasanya hilang setelah dua sampai tiga menit. Bisa juga setelah meletakan obat nitrogliserin dibawah lidah. Beristirahat juga dapat menghilangkan keluhan AP
Serangan Jantung (Infark Miokard Akut / IMA)
IMA masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah arteri adalah salah satu penyebab serangan jantung.
Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah arteri. Penyumbatan ini dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Aterosklerosis antara lain disebabkan karena obesitas, kurang olahraga, rokok, stress berkepanjangan dan konsumsi lemak jenuh yang berlebihan, yang disebut faktor resiko koroner.
Payah Jantung (Gagal Jantung)
Penyakit ini merupakan kompilasi yang sering terjadi pada hipertensi yang berlangsung lama.
Gagal jantung adalah keadaan dimana jantung gagal memompakan darah kejaringan tubuh.
Payah jantung menyebabkan darah terbendung didalam paru-paru dan menyebabkan pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah.
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Tekanan darah ditandai oleh dua angka, yaitu sistolik (angka bagian atas) yang menunjukkan tekanan yang terjadi pada saat jantung berkontraksi, dan diastolik (angka bagian bawah) yang menunjukkan tekanan saat jantung relaksasi
Dalam keadaan istirahat, tekanan darah normal adalah 120/80. Disebut tekanan darah tinggi bila angkanya melebihi 140/90.
Tidak ada tanda-tanda yang pasti untuk mengetahui apakah Anda menderita Hipertensi, kecuali dengan pengukuran tekanan darah secara berkala.
Faktor-faktor Resiko Hipertensi
- Genetik (riwayat keluarga)
- Laki-laki lebih sering daripada perempuan yang belum menopause
- Merokok
- HIperkolesterol
- Kurang berolahraga
- Stress emosional berkepanjangan
- Gangguan hormonal
- Gangguan fungsi ginjal
- Gangguan kelenjar hipofisis
- Kehamilan
- Usia lanjut
- Kontrasepsi hormonal
Cara Menjaga Tekanan Darah
Diet
Diet tinggi serat, rendah lemak dan garam
Merokok
Nikotin rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah, oleh karenanya stop merokok
Berolah raga
Olahraga aerobik teratur dan terukur, seperti joging, berjalan kaki, berenang atau tenis adalah cara terbaik mencegah tekanan darah tinggi
Stress
Tatalaksana stress dengan baik, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pemeriksaan Tekanan Darah Teratur
Obat-obatan
HIpertensi adalah penyakit menahun (kronik), maka untuk menghidari serangan jantung dan stoke, penderita harus makan obat seumur hidupnya
Panca Usaha Jantung Sehat
- Seimbangkan Gizi
- Enyahkan Rokok
- Hindari dan awasi stress
- Awasi tekanan Darah
- Teratur Berolahraga
Sumber : Yayasan Jantung Indonesia